Muslim Selandia Baru Gelar "Islam Awareness Week", Promosikan Busana Muslimah

06 Agustus 2008

Muslim di Selandia Baru, sejak hari Senin (4/8) menggelar program tahunan Islam Awareness Week (IAW) dan tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan program tersebut. Salah satu bagian dari acara yang ditampilkan adalah peragaan busana Muslim. Uniknya, yang menjadi model dalam peragaan busana itu adalah para muslimah setempat.

Aneesa Adam dan Asha Bulle adalah dua muslimah yang ikut serta dalam acara peragaan busana yang memang dikhususkan untuk kaum perempuan. Kedua muslimah yang sehari-harinya memang sudah mengenakan busana Muslim itu, harus mengalahkan rasa canggungnya berjalan di atas catwalk, karena mereka memang bukan model profesional.

Selain Aneesa dan Asha, ada sekitar 25 Muslimah asal Pakistan, Ethiopia, Sri Lanka dan Bangladesh yang ikut memperagakan busana-busana Muslim tradisional dan modern dalam pagelaran yang berlangsung di Kilbirnie Library, Wellington, ibukota Selandia Baru.

Menurut Juru Bicara Islam Awareness Week, Rehanna Ali, busana Muslim terus berkembang sejak tahun 1970-an hingga saat ini, di mana banyak perancang busana yang secara eksklusif mendisain busana-busana khusus untuk Muslimah. Mereka memegang teguh konsep busana Muslimah yang menutup seluruh tubuh, kecuali telapak tangan dan bagian wajah. Perkembangan busana Muslimah bahkan sudah meluas ke busana khusus untuk olahraga bagi para Muslimah berjilbab.

Rehana mencontohkan, di Australia sudah dikenal baju renang Muslimah dengan nama "burquini." Di Selandia Baru sendiri, para Muslimah yang hobi tae kwon do dan bola volley, sekarang tidak kesulitan lagi mencari seragam olahraga yang cocok buat mereka, karena sekarang sudah ada seragam olahraga yang sesuai untuk mereka dilengkapi dengan jilbab.

Aneesa Adam yang bekerja sebagai instruktur IT bernama mengaku senang mengenakan jilbab, karena jilbab menunjukkan identitasnya sebagai Muslimah. "Di tempat kerja, orang tidak mengeluarkan kata-kata sumpah serapah di depan saya... mereka tidak akan bicara soal mabuk-mabukkan. Jika mereka melontarkan sumpah serapah, mereka selalu bilang 'maaf Aneesa' seolah-olah saya ini seorang biarawati. Ini mempermudah kehidupan saya, " papar Aneesa.

Tahun ini, Islami Awareness Week mengambil tema "Strong Families, Better Society." Acara ini digelar di Wellington Islamic Center sampai hari Minggu besok.

Menurut data statistik Selandia Baru, jumlah Muslim Selandia baru meningkat selama kurun waktu enam tahun belakangan ini. Tahun 2001, jumlah Muslim Selandia baru sekitar 23.631 orang dan pada tahun 2007, jumlahnya meningkat menjadi 36.072 orang.

Presiden Federation of Islamic Association of New Zealand, Javed Khan mengatakan, umumnya warga Selandia Baru cukup toleran dengan keberadaan warga Muslim. Tapi, masih banyak di antara masyarakat Selandia Baru yang hanya tahu sedikit tentang Islam.

"Sejak peristiwa serangan 11 September, berbagai media massa kerap salah memberikan gambaran tentan Islam. Sehingga orang-orang yang berpikiran sempit, membuat penilaian seperti apa yang diberitakan media massa, " ujar Khan.

Lewat Islam Awareness Week, Khan mengajak seluruh lapisan masyarakat di Selandia Baru untuk lebih memahami Islam. Islam, tegas Khan, seperti juga agama lain, mengajarkan perdamaian dan kehidupan yang harmonis antar sesama manusia.

sumber: http://eramuslim.com/

0 komentar: