Romantis nan Glamor ala Bilqis

19 Agustus 2008

Busana muslim terus berkembang. Tidak sekedar tren dan komoditas industri semata, tapi menjadi bagian dari menjalankan syariat agama.

Rumah mode Bilqis yang dimotori oleh Tuti Adib Adjiputra adalah salah satu pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mencari busana rapi, menutup aurat namun juga terlihat elegan. Hasil rancangan Tuti Adib terlihat simpel, praktis dan mewah memiliki daya pakai yang lama. Hal tersebut mampu membuat busana rancangan Tuti Adib tidak habis oleh tren sesaat.

Menjelang Ramadhan tahun 2008, Bilqis mengeluarkan tema "Romantic Glamour" di Pasaraya Grande, Jakarta, Kamis (7/8). Karakter rancangannya yang bertaburan manik-manik dan gaya bahan bertumpuk yang diramu dengan teknik dan konsep yang detail. Menjadikan busana muskim Bilqis cocok untuk merayakan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Bahan yang digunakan pada rancangan kali ini antara lain chiffon silk, raw silk, organdi, dan batik sutera. Permainan warna yang ditampilkan antara lain putih, merah, hijau, hitam, cokelat dan ungu dengan variasi warna yang lembut dan kontras.

Jenis busana yang ditampilkan sangat variatif seperti longdress, tunik yang dipadu dengan celana maupun rok. Detail asimetris dengan permainan motif-motif dan aksen lengan bentuk lonceng, kerut ataupun bolero dapat mempermanis pemakainya.

Meskipun busana rancangan Tuti Adib yang elegan dan dewasa diperuntukan untuk ibu-ibu muda namun dia juga menegaskan bahwa remaja putri juga pantas mengenakannya.

"Pasarnya memang untuk ibu muda. Tapi, busana ini juga bagus dikenakan oleh anak muda," jelasnya.
Dia menambahkan, remaja putri dapat memilih busana dengan bahan yang ringan, warna yang lebih soft dan hiasan yang minimalis.

Selain busana wanita, ada juga koleksi busana pria. Untuk kaum adam, desain busananya lebih sederhana dengan aksen lipit dan menggunakan bahan sutra atau rawsilk yang tetap memberikan kesan mewah.

Dalam proses pembuatan busananya Tuti Adib sangat fokus pada pengerjaan tangan untuk membuat motif dari manik-manik, sulaman dan payet. Sebagai ciri khas, sekaligus mendayagunakan remaja putri dan ibu-ibu yang berada di Solo agar memiliki kegiatan yang bersifat positif.

"Pusat Bilqis ada di Solo, karena itu saya ingin mengajak remaja putri dan ibu-ibu untuk berkreasi, menghasilkan tanpa membutuhkan kemampuan khusus. Selain itu agar unsur budayanya juga kental," jelas Tuti Adib.

Nama Bilqis terinspirasi dari nama Ratu negeri Saba yang terkenal cantik, kaya raya, bijaksana dan solehah. Tuti pun menharapkan Rumah Mode Bilqis juga menjadi pusat keislaman.

"Saya berharap Bilqis bisa menjadi rumah mode yang konsisten dengan nilai-nilai Islam," ungkapnya.

Tuti Adib sukses dalam merancang busana muslim yang elegan juga memperluas jaringan. Setelah tahun 2006 lalu membuka butik di Jakarta, tahun 2008 Bilqis kembali membuka outlet di Pasar Raya Grande Jakarta.

Ketika ditanya mengenai produk sekundernya, Tuti menjelaskan sudah menggarap produk sekundernya dengan konsep yang berbeda namun tetap dikhususkan untuk busana pesta.

Foto: Himayatul Husna
sumber: http://republika.co.id/

0 komentar: